Apakah tumbuh wangsa Duterte yg lagi dibuat?

Penulis: Dewan Redaksi, ANU

Ketika tindakan kerakyatan Filipina lagi melukiskan abad pendahuluan ketatanegaraan buat medan tercantum selepas runtuhnya tirani Ferdinand Marcos atas warsa 1986, Rodrigo Duterte yaitu seorang utusan walikota dalam praja daksina Davao. Tetapi macam politisi yg hendak selaku Duterte bertahun-tahun lewat yaitu segala sesuatu yg tumbuh berisi penalaran paruh toleran tempo mereka menyempadani kepala negara abad pendahuluan buat eka abad tugas heksa warsa berisi ‘Konstitusi Kebebasan’ 1987.

Pencapaian bertambah sejak 30 warsa pendemokrasian suah rawan saja berisi tempo lima warsa Dutertismo – stempel populis sejak tadbir insan mencangkung yg dikejar Duterte per pemilihannya selaku kepala negara atas 2016. Dengan berakhirnya abad tugas Duterte atas 2022, kira-kira terpengaruh buat menikmati kurun Duterte yg hendak buru-buru sudah selepas pengangkatan kepala negara yg dijadwalkan atas Mei waktu yang akan datang, beserta sebuah perbaikan les buat kerakyatan Filipina.

Itu kira-kira berlebihan prematur. Dengan pemilu setahun terus, Dutertismo ‘mana tahu kelar buat abad tugas kedua’ dalam geladak mitra Duterte, sebutan Cleve Arguelles berisi galat eka sejak dwi karangan sifat minggu ini.

Yang mantap, ‘Presiden Filipina menyandang mengekalkan runut yg subal berisi menetakkan penghubung tersaring’ dalam sentral ketatanegaraan lumer medan itu, catat Mark Thompson berisi karangan sifat kedua minggu ini. Itu tak hendak menyapu tenaga Duterte. Dia kementakan hendak melayani segala tenaga buat menyantuni keunggulan mitra politiknya atas warsa 2022, yg hendak memungkinkannya buat membela terkaman beserta melindunginya sejak pertanggungjawaban bagi penyalahgunaan kekuasaannya.

Di jurang mereka yg tinggal rangking jangkung berisi telaah motif pra-pemilihan yaitu putrinya, Sara; yad kanannya Senator Bong Go; beserta presiden organisasi politik PDP – LABAN beserta kartika kepalan Senator Manny Pacquiao. Sampai penentu kategoris Duterte suah ‘selaku objek sejak kesuksesannya individual’, catat Thompson. ‘Popularitasnya melantarkan tsunami elektoral dalam cocor tempo 2019, menciptakan konfederasi pembesar yg berlebihan berdus yg suah memperlihatkan seslat yg semakin berdus’ gara-gara faksi-faksi dalam pertahanan pro-Duterte memposisikan awak mereka individual buat warsa 2022. Mengingat kemelut ini, Duterte mana tahu hendak default ke wangsa. sortiran, membawa putrinya buat menggantikannya.

Dihadapkan dan harapan Duterte yg menguatkan pengaruhnya, babil – terhimpit beserta kudung kehendak selepas lima warsa serbuan licin sejak Duterte – berambisi buat menjelang perlawanan elektoral tentang Dutertismo. Salah eka kepincangan sejak koordinasi pemilu tenaga AS dalam Filipina, yg berbicara menyesatkan bersahabat berisi situasi dwi organisasi politik corak AS, yaitu kurangnya metode kisaran kedua tempo tak tumbuh kandidat kepala negara yg menjelang kebanyakan terus atas musim pengangkatan. Di lopak yg riuhrendah, senang buat juara berisi variabilitas – seakan-akan atas warsa 2016, tempo Duterte merobohkan segerombol politisi stabil ke seliri kepresidenan kendatipun saja mengindra 39 komisi bunyi.

Setelah tersulut, dwi lungkang sember: tumbuh persetujuan yg meningkat bahwa penjadian ‘[a] Koalisi yg besar yaitu harapan sumurung babil buat selaku berkhasiat menyongsong penghubung Duterte atas warsa 2022, sebutan Arguelles.

Setelah menderita ketewasan yg memfadihatkan berisi pengangkatan cocor tempo 2019, sebuah konfederasi organisasi politik beserta institusi kelompok awam suah bersetuju buat melebur dalam pungkur kandidat kepala negara beserta utusan kepala negara yg disepakati warsa pendahuluan dalam geladak tunggul 1Sambayan, alias ‘1 Bangsa’. Dalam eka ciri koordinasi Filipina, kepala negara beserta utusan kepala negara dipilih selaku bertumbukan lamun dan akta bunyi terisolasi, tidak selaku eka kartu. Kandidat babil tersembunyi terhitung Wakil Presiden Leni Robredo, seorang terbuka yg terisolasi sejak Duterte, beserta sebesar senator beserta eks pemangku.

Tidak tumbuh kesusahan kepandaian dalam jurang pengangkatan penantang tersembunyi. Namun, yg kira-kira sedikit mereka miliki yaitu elektabilitas. Ini bertambah sejak hanya pengaruh: Duterte menyandang eminensi selaku pemegang tugas beserta hendak mendayagunakan mereka buat menggendengkan tanah lapang dolan bagi margin sekutu-sekutunya. Dia buta hati berisi mengisbatkan kepatuhan politisi dalam negeri melompati risiko kode etik beserta pencopotan. Bos dalam negeri ini mampu selaku trompet yg memanjangkan buat menghunus bunyi porsi mitra Duterte atas warsa 2022. Duterte pun hendak berpunya dalam derajat yg bertambah bersahabat buat menekan elit usaha dagang boleh jadi menyerahkan infak beserta buat menggaham outlet perantara yg kentara.

Sekalipun babil boleh kukuh melebur, mereka menentang persabungan rawan buat menaruhkan kandidatnya ke Istana Malacañang, tak hirau sapa doi. Skenario yg menyesatkan kira-kira yaitu bahwa Duterte hendak digantikan sama sekutunya, lamun seberapa berdus gaya yg hendak dimiliki kepala negara yg hendak berpengaruh bagi penghubung itu serius diprediksi. Akankah Duterte mencedok ancangan terlepas yad, alias menyedang menyuruh sejak pungkur kursi kerajaan? Akankah cedera terhadap sapa yg memenggal selaku sendang ketidakstabilan?

Yang persis, penguasa kekok membutuhkan jadwal buat tersangkut dan Filipina pasca-2022 dalam mana Duterte menyandang terkaman istimewa tentang kecendekiaan beserta penilaian orang banyak.

Terlepas sejak kemelut bagi sahih prinsipil turunan Adam beserta ancangan Duterte yg acap garib tentang kekerabatan perantau teritori, prajurit beserta fungsionaris Barat segera berbicara seimbang dan rekan-rekan Filipina dalam bidang-bidang berangkat sejak defensi tenggat pengerjaan per 2016. Penyalahgunaan kekuatan yg blak-blakan sama Duterte, kepribadiannya yg cakap, beserta dendam anti-Baratnya individual acap membuatnya serius buat ditangani sama konco kekok. Tetapi singkirkan faktor-faktor tersendiri itu beserta sekitar penghambat buat peran serta bertambah kental dan Filipina menggelap, sampai-sampai seandainya Duterte digantikan sama galat eka sekutunya individual.

Pengikisan norma-norma kerakyatan kementakan hendak bersambung dalam geladak penghubung yg berpendirian seimbang, beserta penguasa kekok hendak dipaksa buat kukuh bunyi terhadap kejadian itu. Kenyataannya yaitu bahwa mereka hendak akseptabel cinta menjelang kepala negara mana pula yg boleh menyusun ancangan yg bertambah malar berisi menggebok Manila dan China, menyantuni menongkat karakter regional ASEAN, beserta mempertemukan pekerjaan seimbang berisi tantangan ketenangan serempak seakan-akan jihadisme kebengisan.

Dewan Editorial EAF terwalak dalam Sekolah Kebijakan Publik Crawford, Sekolah Tinggi Asia beserta Pasifik, Universitas Nasional Australia.