Bisakah memelopori mudik perembukan agraria melindungi Doha?

Pengarang: Joanna Hewitt, Canberra

Kepentingan pangkat ketatanegaraan tinggi mereformasi lagi mengembalikan organisasi perbisnisan berbasis institusi yg lumer suah kasep, laksana yg dikemukakan belum lama Forum Asia Timur. Bahasa mulai rapat Menteri Perdagangan APEC lagi Pemimpin G7 candra silam hanyalah dada lamun bertambah mulai yg dapat berlaku sebelum perintah ‘Amerika mudik’ mulai Presiden Biden mengambil alih bal penghancur ‘America First’ pendahulunya.

Waktu yg terbit akan langkah berumur yg tekun. Tantangan berkenaan institusi perbisnisan lagi organisasi arbitrase waktu ini cawis. Negosiasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Doha konstan terpenggal seputar 20 warsa semenjak peluncurannya lagi ketidaksepakatan yg menyatu mewah dekat celah tubuh menerjang ihwal lambat lagi segar.

Beberapa ihwal merefleksikan timbangan geopolitik lagi perniagaan yg menjelma sebagai spektakuler dan kegentingan celah rangkap perniagaan terbesar bumi, Amerika Serikat lagi China. Lainnya merefleksikan kehampaan institusi akan menyusul realitas yg mekar laksana pertalian peringkat garis besar lagi perniagaan digital. Sistem arbitrase WTO saja enggak kuasa berproses tinggi menyongsong penutupan AS pada penudingan Badan Banding. Dan variasi yg normal bergairah pada kepatutan sebagian desa mekar akan persetujuan desa mekar, ala kejelasan sekeliling sumbangan pabrik, memindahkan teknologi menuntut lagi penerapan perbisnisan koersif.

Jika itu enggak genap belah Direktur Jenderal WTO segar yg bergengsi, Ngozi Okonjo-Iweala, perembukan agraria bakal lemah. Pertanian yakni titik pusat pertambahan dekat Doha dan berkontribusi ala kebuntuan. Berbalik sekalipun, pergerakan dekat kelas agraria kuasa meringankan menambah ratifikasi dekat pekan garis besar lagi meringankan rehabilitasi perniagaan mulai pagebluk.

Sebuah usulan terperinci yg berhajat akan menceteng paruh paksa mudik ke bidang datar pembicaraan perkara agraria suah diluncurkan sama sekawanan pacak mondial otonom. Kelompok ‘Jalur Baru’, dekat mana patik sebagai anggotanya, terdiri mulai bekas pekerja tampuk badan mondial lagi think-tank, negosiator perbisnisan atasan, lagi akademisi. Tidak cawis yg terkujut sama harga diri badan jam ini.

Proposal terkandung berhajat akan menggeser negara-negara tubuh mulai harga diri yg bobrok lagi menetralkan penanggulangan akan ihwal yg diketahui tinggi Perjanjian 1994 perkara Pertanian. ‘Kelanjutan klausul’ tinggi Perjanjian suah menarung kebuntuan Doha, membelakangi negara-negara via gendongan agraria yg semampai lagi pertahanan terhindar mulai aksen ujaran alias katalis akan menyurihkan diplomasi. Selain itu, sebagian desa mekar, terjumlah China, saja suah memelopori cadangan gendongan agraria garib yg menyerupai cadangan negara-negara pabrik, yg diizinkan bersendikan institusi jam ini.

Proposal Jalur Baru mencadangkan modifikasi institusi yg berhajat akan menyodok kecendekiaan yg bertambah efektif, lagi enggak royal, enggak tetap, lagi riskan belah bumi. Dibutuhkan rongkongan Perjanjian Pertanian 1994 demi bercak start lagi mencadangkan restorasi yg sederajat via pangkat bias perbisnisan yg ditimbulkan sama penyerasian kecendekiaan per desa dan dampaknya dekat pekan bumi. Ini yakni antaran holistik yg mengatup ketiga tiang Perjanjian — pemisahan saluran pekan, langkah-langkah gendongan tempatan, lagi kompetisi ekspor.

Potensi laba mulai institusi segar yg diusulkan bakal genap ekstensif. Mereka menujukan usaha restorasi ala kecendekiaan yg memicu pembengkakan menyesatkan ekstensif ala bagian mata air kesanggupan perniagaan desa tunggal dan pembengkakan ala desa ketiga melangkahi pekan bumi.

Akses pekan laba bakal disampaikan melangkahi preferensi ambisius akan pengecilan daftar sewa bersusun. Celah tinggi penyerasian akan pertahanan berkenaan mendatangkan diperketat alias dihilangkan. Demikian kembali, preferensi akan Dukungan Domestikcadangan bakal membutuhkan pemangkasan ekstensif lagi penjadian mudik. Lebih berjibun pangsa spektrum bakal diberikan akan pembalasan agraria yg ditargetkan ala tantangan bumi laksana modifikasi konteks, hilangnya diversitas hayati lagi penipisan mata air kesanggupan. Cakupan yg bertambah tipis bakal diizinkan akan pembalasan gendongan penghasilan berkesinambungan laksana aktivitas Kotak Biru Eropa. Subsidi input, misalnya baja lagi kekuatan, yg menyodok intensifikasi yg mudarat, bakal dibatasi. Di muka asing, bertambah berjibun keluwesan bakal diizinkan akan cadangan yg memberlakukan stamina makanan lagi gendongan akan wisma injak-injak berpenghasilan kecil lagi akan penyimpanan bahan agraria masyarakat coba dibeli dekat kolong pangkat nilai bumi.

Perjanjian Nairobi 2015 yg menarung kanun Subsidi Ekspor bakal dikonsolidasikan lagi pemisahan ekspor dibatasi.

Penyeimbangan mudik yg diusulkan ini mengalahkan keluhkesah lambat mulai negara-negara mekar yg menyidik pengeluaran semampai yg langsung sinambung (enggak kuasa mengimbangi) akan gendongan agraria dekat negara-negara congah, lagi semakin menyusun dekat sebagian desa berpenghasilan medium, selagi usaha mereka akan mengangkut wisma injak-injak papa terhad. Proposal saja perlu menetralkan katalis belah negara-negara via gendongan lagi pertahanan agraria terbatas mulai pertengahan, terjumlah Amerika Serikat, akan terendong mudik tinggi restorasi multilateral akan menjelang kepastian yg enggak dapat dicapai melangkahi taklik perbisnisan terhindar person. Mengorientasikan mudik gendongan agraria yg terdistorsi ke tembak bumi via prerogatif bertambah semampai saja perlu mengantongi kesanggupan sentak yg bertambah selebu, misalnya ke Inggris atas menentukan kecendekiaan pasca-Brexit. Dukungan lagi pertahanan yg kecil Negara-negara Grup Cairns bakal menerima jujur kenaikan pekan yg suah lambat ditunggu-tunggu.

Tugas ini angker lagi desakan diperlukan. Kebuntuan Doha bertambah selebu ketimbang agraria, lamun memelopori mudik agraria kuasa memproduksi din badan lagi menyodok tanya-jawab perkara ihwal sistemik yg bertambah selebu.

Sinyal mulai Washington konstan senyap sonder cawis peserta Duta Besar WTO segar yg berkedudukan. Tarif abad Trump akan barang-barang China dan konfirmasi kesentosaan dalam negeri akan pengenaannya konstan cawis via pencocokan daftar sewa hukum-an China pada mendatangkan AS.

Kedua perniagaan superior mengantongi keperluan yg normal – perniagaan lagi geopolitik – tinggi sandar-menyandar akan menggolongkan tukas institusi perbisnisan. Keduanya perlu takluk. Australia lagi tetangganya dekat Asia Pasifik sangat suka menyidik perbisnisan dekat raga ‘beres bergerak persis’ Washington. APEC lagi G20, dekat mana keduanya menyerikati, menetralkan tempo akan beralur.

Secara sejalan, bergerak dekat Jenewa ala isu-isu rinci, lagi terpenting agraria, kudu diaktifkan. Kita sekalian bakal bertambah papa coba usaha suak.

Joanna Hewitt yakni bekas pemangku atasan Australia via karakter terjumlah mengelola negosiator WTO lagi penulis Departemen Pertanian. Dia yakni co-penulis Jalur Baru akan Kemajuan tinggi Negosiasi Perdagangan Multilateral dekat Bidang Pertanian daluang dirilis ala candra Mei.