Fat Belly Social Steakhouse – Lebih Dari Sekedar Makan lalu Steak Komunal

Menilai bermula keramaian yg tidak henti-hentinya pada restoran apalagi ala musim gawai, penduduk pandai dimaafkan sebab mengarah-arahi kita tinggal pada pusat pagebluk. Dan kira-kira, kualitas yg menggirangkan inilah yg menyandung Fat Belly Social Steakhouse kepada mempertemukan agenda lalu menerangi pintunya pada Boon Tat Street timbul pada kepada Cheek Bistro. Dan, restoran memakai corat-coret menelan gabung ala tempo itu.

“Dengan kian munjung penduduk yg ulang ke balai lalu melengahkan korelasi kemasyarakatan, awak kenyir menciptakan lajur yg membolehkan mereka menggarap situasi itu,” cakap Stanley Seow, pemilik Fat Belly.

Foto © Fat Belly Social Steakhouse

Memang, Fat Belly Social Steakhouse berpaut ala rumus yg dimaksudkan lalu mengunjukkan lajur 60 bekas melendeh memakai cuaca bebas ala korelasi mula-mula. Pikirkan kenap menelan umum berdus, bidang berbagi, lalu menu buah anggur yg beraneka warna kepada dicocokkan. Meja gua memegang lima kenalan parak kepada sore itu, sedangkan gua menjelang susah hati ke restoran yg senang pada mana setelan melendeh pada ardi mini persona mereka sorangan menikmati perayaan pada permulaan mereka.

Biasanya, sebuah restoran steak wajib kondang memakai steaknya. Namun, tendas juru masak Victor Loy memegang konsep uniknya akan betapa seyogianya sebuah restoran steak. Dalam gelora keberlanjutan, beliau simpatisan perkasa ‘penyembelihan subordinat’ – yg berjasa segala dapur bermula sato maupun sayuran digunakan kepada menyusun pertunjukkan.

Hidangan awak dimulai memakai Roasted Bone Marrow (S $ 20), memakai acar cendawan Shimeiji lalu hazelnut rapuh lalu disajikan memakai cuilan adukan masam. Saya lazimnya tangar akan benak ragangan namun gua mainan (mainan kata-kata) kepada menyedang mengantarkan irama Fat Belly. Rasanya bukan berlebihan tedampau bagai yg gua takutkan, tapi gua mencicip ini regular sebagai kesukaan porsi mereka yg menikmati jalinan yg bukan terstruktur, sayup peres kefasikan.

Hidangan belaka kepada mereka yg lagi tangkapan – Sumsum Tulang Panggang. Foto © Asia 361

Beberapa bermula kita pada kenap bagai Grilled Ox Tongue (S $ 26), disertai memakai adas ketam, jalapeño lalu salsa verde. Setengah jalan tol melahap pertunjukkan tertera, handai menelan gua mengunjukkan terhadap gua lukisan sangkut bermula asu rataan jangkung Skotlandia yg menganjurkan lidahnya. “Saya bukan tetap apakah gua kenyir mengestimasi lukisan itu sekali lalu menelan pengecap sampi,” candanya bukan menunjang.

Saya menakdirkan kepada menyurihkan percakapan ketertarikan gua ke Uni, Lardo and Caviar (S $ 36) lalu Grilled Octopus (S $ 24). Yang mula-mula mengarah-arahi memakai bruschetta jangkung yg melimpah ruah memakai kaviar sturgeon payau, lardo yg mengalem lalu persatuan dekaden. Grilled Octopus, yg disajikan tinggi sup tebas lalu chorizo, memeriksa air liur memakai mencicip tomat lalu kecabaian bermula chorizo.

Grilled Octopus pandai sebagai pertunjukkan pembuka yg lenyak. Foto © Asia 361

Disajikan pada bidang selaka – bukan minim, pancaran unggul sore ini ialah Black Opal Wagyu Zabuton MS6-7 (S $ 210) lalu 2GR Full Blood Wagyu Rib Cap MS8 / 9 (S $ 148) memakai saus bordelaise yg makmur lalu mentega scampi pada sampingnya. Seringkali diabaikan sama munjung penduduk, rangup Zabuton kenyataannya ialah meleset homo- rangup kesukaan gua sebab mencicip pualam lalu mentega yg cakap. Di segi parak, kap ragangan samping – dikatakan demi dapur utama bermula ragangan samping – menyodorkan kian munjung gigitan sedangkan kredit marmernya kian jangkung. Pada walhasil, sekaliannya bermuara ala prioritas persona seseorang tinggi situasi steak.

Potongan yg bukan berlebihan ijmal ialah menu kesukaan pada Fat Belly Social Steakhouse. Foto © Asia 361

Kejutan sore itu ternyata ialah Crusted Mac and Cheese (S $ 16) yg tertinggal. Memarahi gua lamun Anda sangat kenyir menelan mac lalu keju kedua pada kepada steak; hidangannya lunak lalu bukan membeku, memakai minim hangus yg rapuh lalu minim patra truffle.

Jangan terkena memakai penampilannya – Mac lalu Cheese ternyata sebagai pancaran. Foto © Asia 361

Malam finis memakai mangsa tudung – Eton Mess (S16) lalu Burnt Blue Cheese Cake (S $ 16). Pilih yg buntut lamun lalu belaka lamun Anda ialah pengagum keju biru yg gentur; Saya bukan. Saya belaka menjumpai homo- restoran tinggi serupa gua yg menghabiskan keju biru tinggi mangsa tudung tapi itu narasi kepada musim parak. Untuk tempo ini, gua bakal memakai lapang dada jantung menambang ke tinggi Eton Mess meringue lalu krim yg legit lunak, bermotif sekar, lalu lunak.

Pilihan mangsa tudung terkira Eton Mess (kidal) lalu Blue Burnt Cheese Cake. Foto © Asia 361

Restoran Steak Perut Gendut
Jalan 21A Boon Tat
Singapura 069620
Telp: +65 6227 2247

Jam ungkap: Senin limit Rabu – 11.30 limit 15.30 lalu 17.30 limit 22.30; Kam datang Jum – 11.30 datang 15.30 lalu 17.30 datang 23.00; Sabtu – 17.30 datang 23.00; ditutup ala musim Minggu.