Meningkatkan kemitraan penting Australia–Malaysia

Penulis: Adam Leong Kok Wey, Universitas Pertahanan Nasional Malaysia

Dengan kondisi wabah COVID-19, Australia dengan Malaysia sudah meluaskan kemitraan penting mereka sama menelurkan Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership/CSP) atas 27 Januari 2021. Mengingat latar belakang penting Asia Tenggara yg energik tatkala ini, gawai seimbang penjagaan CSP menyandang kemampuan spin-off yg jangkung akan Australia dengan Malaysia.

Kerja seimbang penjagaan Australia sama Malaysia menyandang cerita tinggi. Pasukan Australia bertarung mencegah gerombolan Jepang dalam Malaya sepanjang Perang Dunia Kedua, menggarap bedah kontra-pemberontakan sepanjang Darurat Malaya (1948–1960) dengan menjaga Malaysia sepanjang Indonesia–Malaysia Konfrontasi (1963–1966). Kehadiran angkatan bersenjata Australia dalam Malaysia bersambung sama dimulainya Pengaturan Pertahanan Lima Kekuatan (FPDA) atas warsa 1970.

Selama masa ini, pesawat udara mengamuk Angkatan Udara Australia berbasis dalam Butterworth. Di lantai kebijakan FPDA, Sistem Pertahanan Udara Terpadu serta dibentuk akan meluangkan waktu comotan peninjau penjagaan cuaca akan Semenanjung Malaysia dengan Singapura. Baik Australia maupun Malaysia sudah acap menggarap les angkatan bersenjata gabung, dan pemindahan opsir angkatan bersenjata dalam batin hati wadah angkatan bersenjata tiap-tiap.

Malaysia berperan selaku kedudukan terminal ke muka yg serius yg menanggung kearifan penjagaan ke muka Australia. Australia yakni daratan dunia kuat sama rakyat lumayan sekeliling 25 juta populasi. Dalam menjaga wilayahnya yg selebu, Australia kian menugasi akan mencegah dengan merobohkan intimidasi dalam kedudukan geografis yg lulus, dari melakukannya dalam menempel pantainya.

Australia serta menyandang pertalian perdagangan yg energik sama Asia Tenggara. ASEAN yakni kawan kerja kulak terbesar kedua Australia. Australia serta melukiskan konstituen sidang giat ASEAN Defense Ministers’ Meeting Plus. Hubungan multilateral dengan bilateral Australia sama Asia Tenggara, terpenting sama Malaysia, mewariskan kondisi ransum desain sekat geografis yg serius akan menjamin kebutuhan nasionalnya.

CSP serta diharapkan komersial Malaysia batin hati berbilang sarana. Sebagai dada, kerelaan gerombolan Australia dengan substansi stamina cuaca dalam Malaysia berperan selaku pencegah serius ransum magang penyerbu. Meskipun Malaysia tiada merasakan penyerbuan lain dari Konfrontasi, kerelaan jasad gerombolan Australia memperlihatkan asprak energik Australia akan FPDA. Pelatihan gabung dengan pemindahan opsir angkatan bersenjata bermula kedua daerah serta mewariskan kepandaian dengan training serius ransum angkatan bersenjata kedua daerah.

Malaysia serta angsal menjemput faedah bermula berbagi detektif sama Australia berhubungan penyakit kesentosaan superior. Australia yakni konstituen bermula kerumunan detektif Five Eyes sama kepiawaian dengan mata air kualifikasi kasar batin hati penumpukan detektif. Bidang gerendel asing akan peningkatan kepiawaian gabung yakni batin hati yuda ardi tanwujud. Di lantai Australia 2020 Pembaruan Strategi Pertahanan, Australia berencana akan menguras AU$15 miliar ($AS 11,6 miliar) sepanjang sepuluh tahun berikutnya akan meluaskan kepiawaian penjelasan dengan ardi mayanya. Demikian lagi Malaysia 2019 Buku Putih Pertahanan memberitahukan bahwa Angkatan Bersenjata Malaysia berencana akan menggelar kepiawaian elektromagnetik siber. Pengembangan gabung, training, dengan berbagi teknologi batin hati daerah siber sempang kedua daerah melukiskan prospek penting dalam lantai CSP yg terkini.

Angkatan Laut Australia (RAN) serta sudah mengumpulkan substansi militer bahar dalam Laut Cina Selatan akan menegaskan ‘tata tertib berbasis kaidah’ antarbangsa dihormati, pandangan dengan nilai-nilai yg dimiliki Malaysia. Pemerintah Malaysia sudah memberitahukan bahwa desakan yg menempel bertumpang tindih dalam Laut Cina Selatan wajib dikelola bersendikan kaidah UNCLOS yg bertindak dengan norma-norma antarbangsa. Dalam situasi ini, gendongan Australia akan ‘kaidah berbasis kaidah’ mau meluaskan daya serap Malaysia singular akan menggembala sungai nasional dengan zona perdagangan eksklusifnya. Ini mau mengizinkan kedua daerah akan sekaligus menyelia Laut Cina Selatan akan mencegah dengan merintangi khuluk daerah asing yg membentur UNCLOS.

Malaysia menyandang substansi militer bahar, perawat tepi laut, dengan cuaca yg terpaku akan menyelia sungai bahar yg selebu dengan curi-curi menerima kontribusi bermula kawan kerja penting simpatik lainnya. Sebuah peristiwa warsa lantas menyinari pentingnya gawai seimbang militer bahar serupa itu. Sebuah pesawat pemeriksaan penguasa China membayangi pesawat penelaahan yg dikontrak Petronas (maskapai patra hak daerah Malaysia) akan kian bermula 300 kilometer bermula tepi laut Malaysia sempang 15–28 April. Angkatan Laut AS mengirim laskar lumayan pesawat mengamuk ke ajang peri akan menyelia bedah kelautan China, yg peng-hujung bercampur sama fregat RAN, HMAS Parramatta.

Setelah menguras berbilang musim dalam lokasi itu, kapal-kapal China, AS, dengan Australia curi-curi tukar, mewariskan penghujung yg lampias bermula kebuntuan itu. Terlepas bermula itu, mobilisasi sput HMAS Parramatta memvisualkan pentingnya kemitraan penting Malaysia sama Australia, terpenting dalam dataran rendah militer bahar.

Ada kemampuan yg relevan ransum Australia dengan Malaysia akan menggelar pertalian penting mereka melompati CSP, sama kata sepakat yg mewariskan faedah penting yg kuat ransum kedua melekang sebelah. Lokasi geografis Malaysia menetralkan profit batin hati menanggung desain penjagaan lulus Australia, selama Australia meluluskan Malaysia mata air kualifikasi penting potensial akan mengimbuh kepiawaian pertahanannya singular yg terpaku. Kedua stamina sedang sudah berbagi cerita penting, nilai-nilai dengan kebutuhan kesentosaan regional. Konvergensi kepentingan-kepentingan tercatat menegaskan bahwa kerjasama penting tercatat aman mau segera bersambung dengan mekar.

Adam Leong Kok Wey yakni Associate Professor Kajian Strategis dengan Deputi Direktur Riset dalam Pusat Kajian Pertahanan dengan Keamanan Internasional, Universitas Pertahanan Nasional Malaysia.