Oposisi ketatanegaraan Pakistan membagi sendiri

Penulis: Colin Cookman, USIP

Gerakan Demokratik Pakistan (PDM), sebuah federasi kubu antitesis yg menghadapi penguasa Pakistan yg dipimpin Tehreek-e-Insaaf (PTI), memestakan prolog Maret sama hasil yg menggondokkan berarti maksud penunjukan dewan perwakilan. Tapi bias ragangan berikutnya berarti maksud aktivitas pernah membuat keruntuhannya. Keberhasilan prolog antitesis diikuti sama ketewasan berarti maksud penunjukan kepemimpinan buat jasmani dewan perwakilan modis lalu kericuhan yg meruak jangka partai-partai tangan atas dengan jalan apa menambahkan propaganda mereka menahan penguasa.

Sementara kedua pisah paksa nyatanya beruang berarti maksud martabat yg otek, PTI pernah menumpil kebanyakan pemerintahannya yg singkat akal, lalu antitesis, biarpun berpotensi lagi angsal membantut, nyatanya tak ada keterikatan yg diperlukan buat selengkapnya menjabal cais dewan perwakilan rakyat bermula penguasa.

PTI start menjabat sehabis penunjukan global 2018 dalam Pakistan sama teras gendongan yg nisbi singkat akal, menggulirkan penguasa Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) yg mendahuluinya sehabis serangkaian hal penggelapan lalu kericuhan yura yg membabitkan eks kesatu bendahara Nawaz Sharif lalu belakangan menyebabkannya terdepak bermula jabatannya. PML-N lalu kubu antitesis lainnya menukas ketahanan ketentaraan Pakistan mengangkat kesadaran PTI lalu pernah mencari akal buat mengerahkan menahan Perdana Menteri Imran Khan.

Koalisi parasut PDM formal dibentuk atas September 2020, sehabis itu dilanjutkan sama serangkaian protes jalanan lalu gelagat muncul meninjau memandang penguasa. Sementara siasat antitesis kepada legalitas pemilu penguasa PTI lalu pengelolaannya pada perdagangan Pakistan yg lara menumpuk, mereka tak ada teknik yg sahih buat menjelang tujuannya buat menggulirkan Khan, yg menolak pekik penundaan dirinya lalu mengomentari lawan-lawannya demi ketatanegaraan yg curang. kekalahan.

Pemilihan dewan perwakilan yg diadakan atas 3 Maret membubuhi bercak modifikasi tersembunyi belah penguasa lalu antitesis. Terlepas bermula reputasi total dalam forum domestik lalu teritori, yg anggotanya menyelaraskan elektorat buat dewan perwakilan, PTI mudarat menyentosakan kebanyakan seliri dewan perwakilan berarti maksud pengumpulan bahana sulit. Yang menyimpangkan mencengangkan, pemangku bendahara moneter Hafeez Sheikh putus seliri dewan perwakilan buat ranah mami metropolitan Islamabad memperlihatkan bahwa penguasa Khan cakap kelangkaan kebanyakan rezim yg tabah rentang waktu dalam forum domestik seandainya perdua pendurhaka meraih gendongan mereka.

Namun sekalian tangan federasi PTI selaku terbelangah menjelaskan mudik gendongan buat penguasa Khan berarti maksud usul membenarkan yg diadakan tidak rentang waktu ketinggalan. Pihak antitesis tak angsal melenggekkan total yg diperlukan buat tantangan melantas ke Perdana Menteri lalu memboikot pengumpulan bahana.

Pada 12 Maret, kader PTI buat pelopor dewan perwakilan modis, petahana Sadiq Sanjrani, tersaring mudik berarti maksud pengumpulan bahana sulit lainnya, darab ini biarpun pertahanan antitesis campuran memiliki makin terik seliri dalam dewan perwakilan. Partai Rakyat Pakistan (PPP), yg kader eks kesatu menterinya Yusuf Raza Gilani menyisihkan Sheikh berarti maksud penunjukan Islamabad lamun mudarat menggeser Sanjrani buat seliri pelopor, mudarat mengajukan petisi yura demi sahutan pada kekalahannya. Kegagalan Gilani buat menyentosakan seliri pelopor dewan perwakilan – lalu laba ketewasan yg makin kapital buat pengikut antitesis buat martabat pengantara pelopor dewan perwakilan – memperlihatkan bahwa efek desersi mencengkelong kedua tata cara belah penguasa lalu antitesis.

Setelah mudarat memboyong seliri pelopor dewan perwakilan, Gilani lebih-lebih mengangkat martabat kepemimpinan antitesis dalam forum jangkung atas 26 Maret, menarung pakta sebelumnya bahwa karakter termaktub hendak diberikan menjelang pengikut PML-N lalu memperdalam perceraian dalam berarti maksud PDM. Perselisihan-perselisihan itu sekarang pernah membuat perceraian PDM, akibat PPP lalu sekutunya, Partai Nasional Awami, pernah menarik langkah bermula kumpulan termaktub.

Sementara kericuhan atas penunjukan kepemimpinan menetralkan pasal melantas pecahnya PDM, kegawatan dalam berarti maksud kumpulan termaktub berpunca bermula preferensi pertandingan yg makin berarti maksud bermula partai-partai anggotanya. Nawaz Sharif, mengelola PML-N bermula pembuangan dalam London, lalu kubu Jamiat-e-Ulema-e-Islam, yg dipimpin sama Maulana Fazlur Rehman (JUI-F), pernah menggerakkan penundaan sendiri massal sama tangan dewan perwakilan rakyat lalu kunci yg makin konfrontatif menahan Perdana Menteri Khan lalu penjadian ketentaraan Pakistan. Tetapi PPP berat tulang menyodorkan cais pada penguasa teritori yg dipimpinnya dalam Sindh lalu lebih-lebih berargumen buat hidup meniti forum lalu jabatan beda berarti maksud usaha buat memenggal federasi yg berkemampuan. Beberapa ketua PML-N atas gilirannya selaku terbelangah menukas PPP memeriksa pakta sama paksa ketentaraan demi tata cara buat menyentosakan ruangan menentang mahkota.

Terbagi pada siasat akibat dorongan mereka yg berparak, lalu kini terurai sebagai seluruh grup antitesis yg bergandengan, sisa-sisa PDM nyatanya tak dapat angsal menggagahi izin kapital bermula penguasa ataupun pendukungnya era ini. Tetapi pemain drama dalam pendatang orde ketatanegaraan absah pula membela kepandaian buat merembet lalu menghadapi penguasa, kaya yg tertentang belum lama masa aktivitas religiositas Tehreek-e-Labbaik bertengkar sama petugas keamanan dalam seluruh metropolitan kapital dalam Pakistan.

Pemerintah PTI pula menemui tantangan berarti maksud mengelola inflasi yg menumpuk, progres perdagangan yg idiot, lalu endemi COVID-19 yg lagi berlanjur. Pada 29 Maret, Hafeez Sheikh dicopot demi bendahara moneter demi serpihan bermula pembongkaran dewan menteri yg masih berlanjur, membikin kala muka pakatan Pakistan yg belum lama diperbarui sama IMF sebagai tak sabit. Bahkan sama saingan ketatanegaraan tempatan utamanya terurai dalam jangka mereka solo, kebanyakan singkat akal PTI dalam dewan perwakilan rakyat hendak menelikung kepandaian penguasa buat menggerakkan meniti peraturan yg istimewa ataupun amandemen konstitusi, memaksanya buat berjuntai atas syarat administrator lalu mahkota administratif ataupun ekstra-legislatif lainnya. Sementara kala kelas Perdana Menteri Khan nyatanya hendak berbuntut buat era ini, paradigma historis Pakistan bermula penguasa jangka lengkung ahad memperlihatkan bahwa sira konstan peka kepada tantangan kala muka ataupun efek desersi.

Colin Cookman merupakan Program Officer dalam United States Institute of Peace.

Semua pendirian yg diungkapkan berarti maksud ayat ini selengkapnya hak prosais.