Peran pahlawan Bangladesh yg menyusun bermakna acara publik

Penulis: Kamal Ahmed, London

Pada 10 Februari 2021, antagonisme Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) melayani situasi yg tak terpikirkan dengan menuntut pencarian PBB kepada pendapat manipulasi dalam serdadu provinsi itu. Panggilan itu menjejaki Al Jazeera teater dokumenter yg menukas bahwa komandan serdadu senyap-senyap menganugerahkan gendongan gelap untuk dobel kaum laki-lakinya yg target operasi, pada izin senyap-senyap berawal Perdana Menteri Sheikh Hasina. Ia lagi meminta bahwa pahlawan menebus perabot penelik ciptaan Israel yg sanggup digunakan mendapatkan menghalangi antagonisme dengan suara miring akan penguasa.

Tuntutan antagonisme menyodok teriakan sebelumnya berawal Perserikatan Bangsa-Bangsa. Stéphane Dujarric, ahli omongan Sekretaris Jenderal PBB, menyatakan untuk penyiar: ‘Tuduhan manipulasi yaitu penyakit betul-betul yg patut diselidiki sama kekuatan tergantung’. Dia lagi menolak tuntutan pahlawan bahwa perabot penyeliaan itu dimaksudkan mendapatkan bedel pramusiwi rekonsiliasi PBB.

Pemerintah sejauh ini mendiamkan permintaan ini, dengan tak kunjung berakhir. Tetapi mengenang kejatuhan kerakyatan belum lama dengan kekejian serdadu dalam zaman kalakian, kira-kira ketidaknyamanan bukan alang kepalang rupa-rupanya berjalan. Bangladesh sudah tempo bergulat mendapatkan mengantarai pembantaian massal kurang ajar sep pendirinya, Sheikh Mujibur Rahman, bapak berawal Sheikh Hasina, sama bani pahlawan yg tak lugu. Gejolak berikutnya bermakna serdadu menyulut terbunuhnya kepala negara lainnya, Ziaur Rahman, dengan puluhan opsir lainnya.

Kontroversi sekeliling logistik proteksi, komandan serdadu, dengan persetujuan mendapatkan saudara-saudaranya yg target operasi menyokong spesimen trendi mengenai tali sipil-militer provinsi itu. Hingga jam ini, organisasi politik ketatanegaraan yg didirikan sama dobel eks administrator serdadu – Partai Nasional Bangladesh dengan Partai Jatiya – selaku selebu dipandang menikmati makin luber gendongan berawal militer bersenjata dari Liga Awami yg dipimpin sama Perdana Menteri Hasina. Perkembangan belakang menampakkan melainkan, dengan organisasi politik antagonisme menukas bahwa indolensi militer bersenjata bermakna mencegah kriminal pemilu ala 2018 membolehkan Liga Awami mendapatkan menegakkan mahkota.

Perluasan militer bersenjata dalam sisi belakang pemerintahan jam ini bukan alang kepalang pengembara umum. Penambahan membelokkan relevan yaitu ‘Forces Goal 2030’, sebuah salinan kebijaksanaan gelap mendapatkan membimbing rujuk militer bersenjata yg diperkenalkan ala 2009 dengan direvisi ala 2017. Angkatan Darat meminta bahwa kebijaksanaan tertera didasarkan ala hakikat yg dinyatakan penguasa: ‘Persahabatan pada sekotah penghuni dengan kebencian ke none ‘. Meski begitu, itu bermaksud mendapatkan memobilisasi keteguhan tiga edisi yg pandai melayani konfrontasi multi-platform, yg membutuhkan peluasan gencar dengan pembaharuan militer tanah, militer bahar dengan militer hawa.

Sedikit rincian yg diberikan bermakna menganggap interogasi dewan perwakilan rakyat menampakkan bahwa pahlawan berencana mendapatkan melayani aktivitasnya dalam sisi belakang tiga pasukan mandiri: Tengah, Timur dengan Barat. Misi utamanya yaitu meluangkan waktu keteguhan dengan keahlian yg diperlukan mendapatkan menggendong skema ketenangan dengan proteksi Bangladesh.

Pengeluaran proteksi sudah menyusun makin berawal 123 tip dari Liga Awami berdaya, siap kemungkinan Perdana Menteri Hasina sudah membayar kepatihan serdadu pada nilai jangkung. Transparency International Bangladesh melihat bahwa sistem pemungutan kesimpulan mendapatkan pembelian hiper- gawat diikuti, dengan keberpihakan itu rupa-rupanya sudah berkontribusi ala perbaikan opsir serdadu superior yg diberhentikan sama penguasa sebelumnya. Pembelian proteksi sudah merupakan tiga sep bermakna persoalan ketetapan: almarhumah Jenderal Irsyad, dihukum oleh manipulasi lamun dibebaskan jam terbang memadankan; Khaleda Zia, lagi diadili; dengan Perdana Menteri Hasina, dibebaskan berawal sekotah gugatan.

Angkatan bersenjata sudah menyubsidi jet menyerbu trendi, pesawat udara memuat, alat transportasi hawa tidak berawak, pesawat tenggelam dengan pesawat militer bahar ke depot senjata mereka, dengan pengembangan gerombolan sudah mengemudikan sebesar garnisun dengan markas trendi. Tanpa lawan eksternal yg persis, pahlawan meminta ini primer mendapatkan bedel pramusiwi rekonsiliasi PBB, menjalankan kerawanan privat dengan menumpu tata usaha publik andaikan diperlukan, terpenting sepanjang provokasi zona dengan pengumpulan vokal dalam negeri.

Tentara sudah diawasi pada open kepada taktiknya dalam kawasan Perbukitan Chittagong, dalam mana mereka ditugaskan mendapatkan menongkrongi ketenangan bermakna menahan perjuangan sepanjang dobel sepuluh tahun. Human Rights Watch melihat bahwa ‘kawasan tertera malar dalam sisi belakang okupasi serdadu dengan pemrakarsa hak-hak istiadat menahan kerawanan penjeratan, eliminasi meminta, dengan kekejian’. Namun, situasinya sudah pulih selaku relevan dari pengakuan perjanjian syahdu ala tarikh 1996 pada komunitas pembangkang Parbatya Chattagram Jana Sanghati Samity.

Peran militer bersenjata bermakna menumpu tadbir publik lagi polemis. Peran mereka bermakna pemilu yg diadakan dalam sisi belakang tadbir tengah jarak tarikh 1990 dengan 2001 merupakan mereka mengantongi aplaus yg jangkung, lamun Liga Awami masa ini sudah mengabolisikan orde pengelola. Pada jam amandemen konstitusi yg dikenal selaku Amandemen ke-15, Perdana Menteri Hasina mengevaluasi pahlawan oleh perannya bermakna memanjangkan kesempatan tadbir tengah belakang dengan karet politisi yg memenjarakan terliput dirinya dengan saingannya Khaleda Zia.

Dalam kira-kira tarikh belakang, penguasa sudah menjejaki negara-negara seakan-akan Turki, Pakistan, dengan Indonesia bermakna menyangkutkan militer bersenjata bermakna desain prasarana. Proyek Jembatan Padma sudah menyaksikan karet insinyur serdadu berdenyut memobilisasi pertahanan rusuk ci. Angkatan Laut lagi dipekerjakan mendapatkan menghamparkan daratan terbatas dalam Teluk Benggala, yg dikenal selaku Bhashan Char, mendapatkan memungut sekeliling 100.000 pelarian Rohingya. Proyek penyusunan ras yg kasat mata jelas ini merupakan mereka terpapar ala implementasi bidang usaha yg sanggup menghantui evaluasi mereka dengan menghambat peningkatan ahli, menitipkan ‘pemanis’ untuk serdadu selaku padahan kepada gendongan.

Di sisi belakang asuhan dobel perwalian keselamatan yg dipimpin sama panglima top, militer bersenjata sudah memperluas pihak berkuasa bidang usaha mereka ke lantai yg pada suang mendahului karet taipan termasyhur provinsi itu. Sampai tarikh 1998 pahlawan cuma mengantongi tunggal iman, lamun sepanjang zaman fungsi pertamanya dalam pejabat, Perdana Menteri Hasina mengakuri mereka mendapatkan mengeluarkan komposit asing, Army Welfare Trust.

Entitas kedua ini sudah bertunas selaku impresif, dengan ikhtiar trendi yg dimiliki sama perwalian ini sudah berkeluk kembar dari Perdana Menteri Hasina rujuk menjabat ala tarikh 2009. Skala dengan ceruk skop bidang usaha ini seiras pada yg tertentang dalam negara-negara seakan-akan Myanmar dengan Pakistan. Meskipun tak terbentuk yg kesatria membicarakannya selaku jelas, kegalauan yg bertambah mengenai keteguhan pahlawan tak dapat diabaikan.

Kamal Ahmed yaitu seorang pujangga mandiri yg bermukim dalam London. Dia sebelumnya yaitu analis BBC Asia Selatan.