Perekonomian Korea Utara terpusat bersama terikat ala China

Penulis: Sangsoo Lee, ISDP

Di Korea Utara, mumbung yg menikmati mewujudkan doku menjumpai batang tubuh mereka individual bersama-sama mendagangkan keluaran pada pekan partikelir. Di kaki gunung Kim Jong-un, memperluas pekan ini sebagai mata air pencarian pungutan pecah pemerintahan. Tapi ini bertukar bermutu setahun final bersama-sama merebaknya COVID-19. Penutupan pinggiran ditambah bersama-sama denda perdagangan memperburuk posisi perdagangan yg pernah mengerikan pada Korea Utara. Perdagangan tahun-ke-tahun bersama-sama kolega kulak terbesarnya, China, rugi 80,7 obat jerih sebagai US $ 539 juta ala 2020 bersama perdagangan Korea Utara mana tahu suah berkurang 8,5 obat jerih.

Karena denda mondial segera menyendirikan Korea Utara, kurangnya memasukkan bersama perakitan suah menutup revolusi bersama marketisasi simpanan nusantara. Akibatnya, kebijaksanaan perdagangan terkonsentrasi rujuk menerangkan dirinya, terpenting sehabis Amerika Serikat menolak petisi Korea Utara menjumpai mencabut denda sewaktu KTT Hanoi ala Februari 2019.

Kim suah merangkul rujuk ke perdagangan yg berat terencana pada kaki gunung pemeo independensi. Peraturan aktual ini bersedekah Komite Pusat sejak Partai Buruh yg menonjol bertambah mumbung kontrol menjumpai memeriksa bersama memakai lagam untuk daulat regional bersama seantero perdagangan kebanyakan. Kader golongan regional kini mesti pahama penyelenggaraan, penggarapan bersama penutupan pekan terhadap Komite Pusat. Kemudian epidemi COVID-19 ala Januari 2020 menggesakan kecondongan resentralisasi.

Pada Januari 2021, pemerintahan selaku formal meregang rujuk lagam untuk sarwa bazar asing nagari bersama pekan nusantara. Selama Kongres Partai ke-8, Korea Utara memublikasikan agenda perdagangan lima tahunnya yg aktual (2021–25). Ini mengeraskan ucapan administrasi terkonsentrasi pada sarwa bagian bersama menolong sistematika ketatanegaraan yg bertambah gadang bermutu perencanaan bersama administrasi perdagangan sehari-hari.

Dalam memperketat kontrolnya untuk gerakan perdagangan, pemerintahan Kim kemungkinan berjerih payah menghimpunkan doku sejak martabat sedang bersama bagian bidang usaha menjumpai melingkupi kehilangan yg diakumulasi sejak denda bersama pemisahan pandemiknya individual. Langkah-langkah ini niscaya mau melahirkan ketidakpuasan yg mencangkung pada celah mumbung anak Adam Korea Utara, terpenting mereka yg terikat ala bazar pekan bersama kesibukan perdagangan partikelir menjumpai bergeming nasib. Rezim serta menyadari bahwa sistematika kencang untuk pasarnya bersama pengepresan ala independensi bukanlah penyelesaian jangka lengkung berjarak menjumpai penyembuhan perdagangan.

Meskipun tinggal belum muncul tanda-tanda bila Korea Utara mau merenggangkan pemisahan endemi, medan tertulis tak cakap membentengi penguncian perdagangannya sewaktu eka warsa serta. Untuk pergi kemudaratan perdagangan, China mesti menyambung bazar trayek tingkat bersama-sama China – kolega kulak terbesarnya. Negara tertulis kemungkinan suah bersikap menjumpai awal pinggiran yg pelik bersama-sama China, pada mana COVID-19 nisbi suah diatasi.

Institut Korea menjumpai Kebijakan Ekonomi Internasional memprediksi bahwa bazar China-Korea Utara cakap dilanjutkan bermutu daya muat alit ala triwulan kedua warsa 2021, menyatakan ala mesin penyucihamaan yg dipasang pada pura pinggiran Sinuiju. Korea Utara serta membuat biro sejak rintisan diseminasi vaksin garis besar COVAX. Pejabat semampai Korea Utara, aparat pengawal pinggiran, bersama pembesar bazar kadar ambang kebolehjadian mau sebagai yg prima divaksinasi, sebagai pelebaya hangat menjumpai awal rujuk sepihak pinggiran, memudahkan memasukkan barang-barang yg bertambah mendesak.

Lebih mendesak serta, bakal sentral yg diimpor sejak China dibutuhkan menjumpai bagian wujud Korea Utara. Fasilitas turisme gadang pada Wonsan bersama Samjiyeon menempuh janji yg segera menyusun sebab kesusahan pupuk, emas biru bersama bakal ilmu pisah. Pada Maret 2021, perutusan bidang usaha Korea Utara, yg dipimpin sama kepala negara Perusahaan Perdagangan Petrokimia yg bertengger pada kaki gunung Kementerian Industri Kimia, menjalankan darmawisata ke China – kemungkinan bermutu kuasa mendapati bakal ilmu pisah menjumpai desain wujud sempurna pada Pyongyang bersama mintakat tur. Perjalanan itu berlantas malahan sehabis medan itu menguncup perbatasannya bersama perutusan Korea Utara sayup sesudah-sudahnya menyetop darmawisata ke asing nagari.

Rezim Kim kemungkinan palar menggesakan penyempurnaan zona tur Wonsan bersama Samjiyeon menjumpai meninggikan perputaran arah doku kikuk, terpenting sejak petandang Tiongkok. Presiden China Xi Jinping kemungkinan suah menjanjikan pancuran hadirin yg setimbang ke Korea Utara masa dirinya bersemuka bersama-sama Kim ala Juni 2019. Korea Utara merindukan menjumpai meragut bertambah sejak 1 juta hadirin setiap warsa sehabis endemi teratur, bersama mengunggulkan pelancong China menjumpai menyokong mengimpaskan kekurangan lokal pada tahun-tahun nanti.

Pembukaan rujuk pinggiran tak mau mengindikasikan kembalinya kesibukan pekan yg terdesentralisasi pada Korea Utara. Rezim Kim suah menerangkan rujuk medan selaku pemeran perdagangan sempurna bersama sosial hangat bermutu jangka lengkung singkat maupun berjarak. Pyongyang mana tahu mengusahakan kenaikan memasukkan bakal kasar menjumpai menebarkan pabrik bermutu nagari bersama bagian turisme dengan memangkas keluaran beres China bersama-sama menguatkan sistematika untuk bazar pinggiran. Pendekatan dwi ruangan ini – mengkonsolidasikan lagam untuk kesibukan pekan nusantara bersama menyambung bazar trayek tingkat bersama-sama China – kebolehjadian mau menyabitkan perdagangan Korea Utara pada tahun-tahun nanti.

Sangsoo Lee merupakan Peneliti Senior bersama Kepala Pusat Korea pada Institut Kebijakan Keamanan bersama Pembangunan (ISDP), Stockholm.