Perjalanan ke bandara, ISBT, stns diperbolehkan; e-pass kudu kepada vaksinasi: Pejabat

– Iklan –

India – Setelah penguasa Delhi ala yaum Kamis memaklumkan pemisahan perdana kepada memisahkan pengedaran Covid-19 yg menjadi-jadi pada metropolitan, termuat arloji senja belakang pasar bermula arloji 10 senja ala yaum Jumat limit arloji 5 awal ala yaum Senin, pemegang distributor pengangkutan menjelaskan bahwa mereka yg berkujut paham pelayanan substansial, mereka yg mempunyai raut temporer medis maupun mereka yg singgah bermula maupun lari ke halte sepur nyala, bandara selanjutnya halte bus mengiringi daerah kepingan (ISBT) selagi belakang pasar pernah dijauhkan bermula batas batas selanjutnya kagak mengharapkan e-pass, asalkan mereka berada memanifestasikan tembusan yg diperlukan.

Yang pertama, mereka yg menjumpai injeksi vaksin selagi belakang pasar maupun mereka yg kudu dites COVID-19 serupa hendak diizinkan melanglang, namun kudu mencatat kepada menjumpai e-pass, kecek getah perca pemegang. Penduduk hendak diizinkan memakai pelayanan pengangkutan global ala belakang pasar cuma jikalau mereka termuat paham cakupan pembedaan selagi pemisahan belakang pasar, sejajar sambil lagu yg berfungsi kepada arloji senja.

“Perintah Otoritas Manajemen Bencana Delhi (DDMA) kagak selaku partikular menyebut orang-orang yg melanglang kepada ulangan Covid-19. Tetapi pernah diklarifikasi bahwa orang-orang penaka itu hendak dipertimbangkan paham bagian penderita yg melanglang kepada menjumpai pelayanan medis maupun kebugaran. Mereka kagak membutuhkan e-pass, namun disarankan kepada menyimpannya, ”kecek seorang pemegang unit perolehan.

Penduduk Delhi bisa mengajukan e-pass sambil mengunjungi tempat web www.delhi.gov.in.

– Iklan –

Pejabat Delhi Transport Corporation (DTC), Delhi Integrated Multi-Modal Transit System (DIMTS) Limited, yg mengaryakan 6.600 bus daerah kepingan pada metropolitan itu, selanjutnya Delhi Metro Rail Corporation (DMRC) mengutarakan bedah mereka hendak langsung berbuntut. natural, namun masuknya pendompleng hendak diatur selaku selektif beralaskan tiket label selanjutnya e-pass selagi arloji senja belakang pasar.

“Perjalanan mengiringi daerah kepingan menempuh urut-urutan tanah cuma hendak diizinkan kepada mereka yg berpunya pada kaki bagian pembedaan selagi arloji senja belakang pasar dan arloji senja yg telah bertumpu,” kecek pemegang itu.

Namun, semua awak menganggap memborong voucer pada halte sepur nyala maupun halte bus, selanjutnya kagak hendak pandai menampakkan tembusan jikalau dihentikan.

“Kebanyakan bermula awak memborong voucer pada ISBT. Bagaimana awak hendak mencabut voucer tenggang awak paham pelayaran ke ISBT ?, ”soal Ravi Kumar, seorang pegiat migran yg mengutarakan doi kenyir menggarap pelayaran ke Bulandshahr pada Uttar Pradesh kepada pertemuan keponakannya.

Seorang pemegang penguasa kedua berbicara, “Ide arloji senja belakang pasar merupakan kepada memutuskan pertalian penyebaran. Pesan pada orang-orang menempuh aktivitas ini merupakan bahwa mereka kudu ajek pada tempatnya selanjutnya kagak tukar. Namun, jikalau raut temporer, hingga penduduk tercatat bisa diizinkan lari sonder voucer bus beralaskan klaimnya. “

Seorang pemegang unit pengangkutan pada Ibukota mengutarakan taksi selanjutnya vlek hendak berfungsi penaka natural selagi arloji senja belakang pasar, namun operator selanjutnya penerbang kudu menampakkan tiket label maupun e-pass yg relevan.

“Secara global, total taksi selanjutnya oto hendak bertambah sekelumit lantaran imbauan hendak berubah lantaran sipil penduduk hendak bermukim pada paham gerha. Polisi Delhi selanjutnya personel penegak undang-undang bermula jawatan juri provinsi hendak menggarap pengawasan serabutan pada urut-urutan. Makanya, bertambah lemah-lembut hindari jalan-jalan pada belakang pasar hanya temporer kebugaran, ”kecek personel pengangkutan tercatat.

Kirimkan penerangan Anda ke [email protected]

– Iklan –