Politik rasisme anti-Asia

Penulis: Lynette H Ong, Universitas Toronto

Perayaan Bulan Warisan Asia dekat rembulan Mei dirusak sama realitas bahwa populasi Asia dekat semua buana – sejak Amerika Serikat, Kanada, Eropa sangkat Australia – melalui lonjakan rasisme anti-Asia selanjutnya kebiadaban rasial. Sementara rajapati perempuan Asia dekat Atlanta atas rembulan Maret merupakan yg menyesatkan buas sejak kebiadaban ini, sepotong muluk rasisme yg ditujukan atas penghuni Asia berlangsung berkualitas edisi sehari-hari – kekejian badan, pemisahan celangak selanjutnya terselimuti dekat wadah aktivitas, nistaan rasial, meludahi, selanjutnya invasi mikro.

Di semua metropolitan muluk dekat Amerika Utara, kebiadaban rasial yg dilaporkan unik tentang penghuni Asia – yg prospek tiada dilaporkan – sudah menumpuk semenjak dimulainya hawar COVID-19. Penelitian sama Thomas Pepinsky menampakkan bahwa orang-orang yg memakai warita kapak daksina dekat Amerika Serikat mengarah meremehkan kasus. Waktu New York nyamuk pers Sui-Lee Wee belum lama disarankan sanak nisa Asia-nya alih ke Amerika Serikat kepada mempersenjatai nafsi tambah semburan lada. Tidak tercelik kesangsian bahwa sepotong muluk lonjakan belum lama terpaut tambah hawar selanjutnya, serupa yg ditunjukkan sama pendalaman sama Kim Yi Dionne, ketatanegaraan hawar lainnya ataupun menghakimi keramaian marjinal kepada hal-hal yg tiada bertanggung tangkisan mereka merupakan tiada modis.

Akar rasisme anti-Asia pergi makin berkualitas selanjutnya sepotong muluk berkelakuan benar-benar taktis. Beberapa jauhari dinasti rumpun China dekat Amerika Serikat sudah sebagai bulan-bulanan penghapusan penguasa semenjak peluncuran Inisiatif China Departemen Kehakiman AS atas tarikh 2018, yg berhajat kepada mendurhaka spionase perdagangan sejak China.

Direktur FBI Christopher Wray mencitrakan ancangan ‘semua puak’ China kepada menggasak penjelasan demi gertakan kesentosaan domestik, sungguh tiada silang selimpat kepada mengenangkan dengan jalan apa prakarsa ini menyorong pembentukan kontur rasial. Fakta bahwa setengah bani populasi kesentosaan AS waktu ini berpendapat mahasiswa China demi pias kelima semakin mempercayai risiko pandangan hidup ini.

Amerika Serikat selanjutnya China tertipu berkualitas pertarungan memperebutkan ekspor impor, senjata, selanjutnya teknologi. Ketika kegentingan sela-sela duet kapasitas muluk menumpuk, populasi Asia berharta atas efek yg menumpuk sebagai mempertanggungkan kepada nafsu yg sedianya ditujukan kepada pemerintahan Komunis China. Di pengembara Amerika Serikat, kearifan pengembara ibu pertiwi China yg semakin bergairah selanjutnya pelaksanaan keharusan perdagangan lagi sudah menembakkan hati anti-China dekat Kanada, Eropa, Australia, selanjutnya wadah beda.

Ketika kerakyatan Barat mengepas berkolusi mendurhaka keinsafan China, tercelik ketakutan jelas bahwa rekognisi ‘saya’ versus ‘mereka’ memencar ke penghuni regional dekat negara-negara ini. Pelabelan COVID-19 demi ‘virus China’ semakin menaikkan hati ini. Pengesahan RUU kebiadaban anti-kebencian COVID-19 belum lama sama Kongres AS merupakan sikap ke jurusan yg telanjang. Naif coba berputar bahwa hati hendak lesap sedemikian itu hawar kelar.

Ironisnya, setengah penghuni Tionghoa yg bercokol dekat negara-negara Barat beremigrasi kepada menyauk nafsi sejak pemerintahan dekat desa asalnya. Orang Asia beda sejak Timur Laut, Asia Tenggara selanjutnya Selatan tiada mengenali China demi watan mereka ataupun Partai Komunis China demi pihak ketatanegaraan mereka.

Tindakan solid ketatanegaraan belum lama dekat Hong Kong selanjutnya abrasi paradigma ‘uni desa, duet skema’ berisi bahwa mereka yg berawal sejak Hong Kong selanjutnya Taiwan kenyir mengerakkan nafsi sejak China pulau makin sejak sebelumnya. Untuk perdana kalinya, ahli Hong Kong dekat Kanada waktu ini kuasa menampakkan dasar mereka tatkala masukan cacah dikumpulkan kepada memilah nafsi mereka sejak Cina pulau.

Ini tiada berisi bahwa perbantahan atas memorandum imbang primer insan Partai Komunis China – tercantum angkara yg sudah dilakukan dekat Xinjiang, pengisapan solid yg sudah dilakukan dekat Hong Kong ataupun upayanya kepada menebak kapasitas lempung ataupun tuding dekat pengembara ibu pertiwi – layak ditekan. Menggunakan rasisme anti-Asia demi tangkisan kepada terpaku kekuasaan berembuk selevel doang tambah menghabiskan antisemitisme kepada meniadakan setiap konferensi atas perlakuan Israel tentang penghuni Palestina.

Penelitian lagi menampakkan bahwa rasisme menyesatkan baradab dipahami ataupun dijelaskan melampaui kaca interseksionalitas – bahwa semua indikator nama lainnya tercantum tipe jantina, lapisan selanjutnya kapasitas imigran sama-sama salib selanjutnya memperburuk pengaruhnya tentang kelompok-kelompok yg terpinggirkan.

Di Vancouver selanjutnya Toronto, dekat mana harkat cungkup tercantum yg terbaik dekat buana, penghuni Asia berbenda acap disalahkan atas menciptakan perumahan yg tiada tergapai tambah memesan kekayaan selanjutnya membiarkannya ringan. Sebagian muluk pemisahan ini berlangsung dekat pulang hati anti-imigran yg terselimuti. Wanita Asia acap menjalani kewajiban invasi rasis.

Untuk menghalau meningkatnya rasisme anti-Asia, kerakyatan Barat wajib menguasai ancangan ‘semua puak’ (menghabiskan frasa Direktur FBI Wray) yg membawa-bawa penguasa, puak biasa, populasi punca suket, selanjutnya akademisi. Ini wajib menerkam kenaikan kesadaran, memelihara puak ijmal selanjutnya mengerjakan konstitusi mendurhaka pelanggar.

Lynette H Ong merupakan Associate Professor dekat University of Toronto.